<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8144">
 <titleInfo>
  <title>Profil Fisik, Kimia Dan Sensoris Terhadap Terasi Udang Rebon (Mysis Relicta) Powder Dengan Perbedaan Waktu Pengeringan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mei Lusi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palembang</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Perikanan USS</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xiv, 53 hlm ; 30 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Terasi udang rebon (Mysis relicta) memiliki keunggulan seperti rasa yang&#13;
gurih, kandungan gizi tinggi serta mempunyai ciri khas warna coklat kemerahan,&#13;
akan tetapi terasi udang rebon (Mysis relicta) masih memiliki kelemahan yaitu&#13;
kualitas terasi yang dihasilkan masih belum seragam, semi basah, tidak praktis, dan&#13;
umur simpan relatif pendek. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu memodifikasi&#13;
produk terasi basah menjadi produk value added seperti terasi udang rebon (Mysis&#13;
relicta) powder. Terasi powder dibuat dengan pengeringan menggunakan oven,&#13;
pada suhu dan waktu tertentu.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan waktu pengeringan&#13;
terhadap karakteristik baik dari segi fisik, kimia dan uji sensori terbaik dan&#13;
mengetahui perlakuan terbaik yang didapatkan berdasarkan perbedaan waktu&#13;
pengeringan terhadap terasi udang rebon (Mysis relicta) powder. Penelitian ini&#13;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan masing-masing perlakuan&#13;
diulang sebanyak tiga kali. perlakuan yang digunakan pada penelitian yaitu A1:&#13;
pengeringan oven selama 5 jam, A2: pengeringan oven selama 6 jam, A3:&#13;
pengeringan oven selama 7 jam dan A4: pengeringan oven selama 8 jam. Parameter&#13;
yang diamati pada penelitian ini meliputi analisis fisik (warna dan kelarutan),&#13;
analisis kimia (kadar air) dan uji organoleptik (kenampakan tekstur, warna, aroma&#13;
dan rasa).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan waktu&#13;
pengeringan berpengaruh nyata terhadap analisis fisik (warna lightness, chorama&#13;
dan hue), analisis kimia (kadar air), uji hedonik (kenampakan, aroma, tekstur),&#13;
namun tidak berpengaruh nyata terhadap uji hedonik bagian warna dan rasa).&#13;
Perlakuan terbaik adalah pengeringan terasi udang rebon (Mysis relicta) powder&#13;
dengan perlakuan A4 (8 jam). Perlakuan ini menghasilkan kadar air rendah (4,00%),&#13;
tingkat kelarutan tinggi (66,31%), Ligthness (74,87%), chorama (7,89%), hue&#13;
(6,97%) dan skor untuk hasil analisa organoleptik antara lain tekstur (suka), warna&#13;
(biasa), aroma (biasa), rasa (biasa) serta kenampakan (biasa).&#13;
&#13;
Kata kunci: terasi powder, pengeringan oven, organoleptik&#13;
&#13;
Terasi udang rebon (Mysis relicta) memiliki keunggulan seperti rasa yang&#13;
gurih, kandungan gizi tinggi serta mempunyai ciri khas warna coklat kemerahan,&#13;
akan tetapi terasi udang rebon (Mysis relicta) masih memiliki kelemahan yaitu&#13;
kualitas terasi yang dihasilkan masih belum seragam, semi basah, tidak praktis, dan&#13;
umur simpan relatif pendek. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu memodifikasi&#13;
produk terasi basah menjadi produk value added seperti terasi udang rebon (Mysis&#13;
relicta) powder. Terasi powder dibuat dengan pengeringan menggunakan oven,&#13;
pada suhu dan waktu tertentu.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan waktu pengeringan&#13;
terhadap karakteristik baik dari segi fisik, kimia dan uji sensori terbaik dan&#13;
mengetahui perlakuan terbaik yang didapatkan berdasarkan perbedaan waktu&#13;
pengeringan terhadap terasi udang rebon (Mysis relicta) powder. Penelitian ini&#13;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan masing-masing perlakuan&#13;
diulang sebanyak tiga kali. perlakuan yang digunakan pada penelitian yaitu A1:&#13;
pengeringan oven selama 5 jam, A2: pengeringan oven selama 6 jam, A3:&#13;
pengeringan oven selama 7 jam dan A4: pengeringan oven selama 8 jam. Parameter&#13;
yang diamati pada penelitian ini meliputi analisis fisik (warna dan kelarutan),&#13;
analisis kimia (kadar air) dan uji organoleptik (kenampakan tekstur, warna, aroma&#13;
dan rasa).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan waktu&#13;
pengeringan berpengaruh nyata terhadap analisis fisik (warna lightness, chorama&#13;
dan hue), analisis kimia (kadar air), uji hedonik (kenampakan, aroma, tekstur),&#13;
namun tidak berpengaruh nyata terhadap uji hedonik bagian warna dan rasa).&#13;
Perlakuan terbaik adalah pengeringan terasi udang rebon (Mysis relicta) powder&#13;
dengan perlakuan A4 (8 jam). Perlakuan ini menghasilkan kadar air rendah (4,00%),&#13;
tingkat kelarutan tinggi (66,31%), Ligthness (74,87%), chorama (7,89%), hue&#13;
(6,97%) dan skor untuk hasil analisa organoleptik antara lain tekstur (suka), warna&#13;
(biasa), aroma (biasa), rasa (biasa) serta kenampakan (biasa).&#13;
&#13;
Kata kunci: terasi powder, pengeringan oven, organoleptik</note>
 <note type="statement of responsibility">Mei Lusi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Udang</topic>
 </subject>
 <classification>639.58</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UNIVERSITAS SUMATERA SELATAN Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>639.58 MEI p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">P0001898</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>639.58 MEI p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8144</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-06 14:12:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-08 14:46:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>