<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9193">
 <titleInfo>
  <title>Studi Fenomenologi Gen Z Dalam Menginterprestasikan Makna Self Reward</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Debby Idha Olivia Febrian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Universitas Sumatera Selatan</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Komunikasi USS</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xx, 149 hlm. ; 30 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z di Universitas Sumatera&#13;
Selatan mengartikan makna self reward dalam kehidupan sehari-hari mereka. Metode yang&#13;
digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.&#13;
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan&#13;
dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini mengacu pada teori konstruksi sosial yang&#13;
dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang mencakup proses&#13;
eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna &quot;selfreward&quot; bagi Generasi Z dibentuk oleh pengalaman individu, interaksi sosial, serta pengaruh&#13;
lingkungan dan media sosial. Pada tahap eksternalisasi, informan memandang “self-reward”&#13;
sebagai bentuk pengakuan atas usaha dan pencapaian mereka. Pada tahap objektifikasi, “selfreward” dipandang sebagai praktik yang lumrah dan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup&#13;
Generasi Z. Sementara itu, pada tahap internalisasi, “self-reward” telah berkembang menjadi&#13;
nilai inti dan pola pikir yang membantu informan menjaga motivasi, meredakan stres, serta&#13;
mendukung kesehatan mental mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “self-reward” tidak&#13;
hanya dipandang sebagai pemberian hadiah bagi diri sendiri, tetapi juga sebagai bentuk&#13;
apresiasi, perawatan diri (self-care), dan upaya untuk menjaga keseimbangan hidup.&#13;
Kata Kunci: Generasi Z, Konstruksi Sosial, Fenomenologi, Makna, Self reward.</note>
 <note type="statement of responsibility">Debby Idha Olivia Febrian</note>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UNIVERSITAS SUMATERA SELATAN Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 DEB s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">P0004057</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 DEB s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9193</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-09-11 16:14:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-09-14 14:27:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>